Tugas Cerpen Bahasa Indonesia 9B

        Created by : Bahauddin Muhammad H 9/9B

 Arsip tugas gambar  NASIB UDIN

Cerita ini berawal dari ketika seorang siswa kelas 9 tampan yang dikenal dengan nama udin, bertemu dengan sesosok makhluk cantik bak putrid kahyangan langit ketujuh yang jatuh ke bumi.

Alkisah disebuah kantin sekolah menengah pertama di daerah banyumanik, di sanalah tempat cerita ini terceritakan, pada hari senin saat bel istirahat petama, semua murid Sekolah berbondong-bondong menuju ke kantinuntuk memenuhi hasrat perut mereka keroncongan sejak pagi, tak terkecuali udin, siswa tampan nan seksi ini juga langsung cabut ke kantin untuk membeli menu makanan kesukaannya yang ia beri nama sendiri “PAHE” (Paket Hemat), yang beris 1 aqua gelas seharga 500 rupiah dan 1 gorengan yang harganya juga 500 rupiah, jadi total hanya seribu rupiah, mungkin itulah alasan udin memberi nama menu kesukaannya itu dengan “PAHE”.

Namun saat itu berbeda, kantin sekolah tampak sangat ramai sehingga siswa berdesak-desakan, namu suasana kantin tersebut tidak menggentarkan niat udin membeli PAHE,
“bu, biasa ya bu, Pahe, ni uangnya 1000, pas ya?” kata udin dengan luwes.
“yayaya” kata penjaga kantin dengan cepat karena harus melayani pembeli yang lain.

Dan setelah udin berhasil membeli PAHE, udin segera menuju ke kelas, dengan langkah agak cepat udin menerobos kerumunan orang sambil memegang gorengan dan aqua gelas, namun tiba-tiba udin terkejutkan dengan sesuatu, Gedebrak!!!!, baru saja satu langkah keluar dari kerumunan orang, udin ditabrak sesoarang murid perembuan yang alangkah cantiknya dia. Udin yang sebelumnya belum pernah melihat perempuan itu bingung bercampur kagumsaat melihat seorang wanita cantik dihadapannya sekarang ini, “mimpi apa yak au semalam?, perasaan aku tadi malem gak mimpi apa-apa deh” kata udin dalam hati saat terbengong melihat wajah perempuan itu.
Eh-eh maaf, aku nggak sengaja”, kata permepuan tiu memecahkan halusinasi udin yang hampir menembuslangit ke tujuh itu. “maaf mas, nggak sengaja, aku tadi terburu-buru soalnya” kata perempuan perempuan itu dengan nada agak bersalah.
“eh nggak papa kok” jawab udin.
“oh yaudah yam as, aku mau beli jajan dulu, buru-buru nih” kata permepuan itu sambil berjalan.

Namun saat perempuan itu hampir menghilang dalam kerumunan, dengan sigap udin langsung memegang tangannya lalu berkata. “jangan asal pergi dulu dong, oiya namau siapa ya, dari kelas mana?, kok aku belum pernah liat ya?, Tanya udin penasaran. “oh, namaku tukiyem dari kelas 7E, jawab perempuan itu dengan senyuman, ia berkata sambil berjalan menembus kerumunan, mungkin karena malu.
Nama sesosok siswi cantik yang bertemu dengan udin di kantin, dari namanya saja sudah tergambar wajahnya yang cantik, seperti bulan yang sedang bersinar dimalam hari. Tetapi ini lah yang akan mebawa musibah bagi udin.
Dengan santai udin berjalan menuju kelas, dengan wajah berseri, sambilmembayang kan wajah tukiyem saat di kantin tadi, “lumayan nih hari ini, beli pahe dapet bonus cewek cantik, uhuy”, guman udin dalam hati.
Keesokan harinya udindan tukiyem pun tak sengaja bertemu kembali di kantin, dan saat itu udin tak canggung lagi, udin langsung mengajak tukiyem makan mie di kantin sambil ngobrol lebih jauh, tukiyem pun tak merasa keberatan, karena tukiyem juga sudah kenal dengan udin,

Hari demi hari mereka pun selalu bertemu di kantin dan ngobrol lebih jauh dan makin jauh lagi, hingga akhirnya tanpa disadari ,udin jatuh cinta kepada tukiyem , tetapi entah dengan tukiyem, sepertinya ia biasa-biasa saja. Dan pada akhirnya, udin yang menyadari perasaannya itu, untuk menyatakan cinta kepada tukiyem besok, karena ia sudah tak tahan lagi, yang ada dipikarannya haya tukiyem seorang.

Jam menunjukkan pukul 13:45, dengan semangat setelah bel pulang sekolah berbunyi, udin langsung cabut menju rumah, dirumah iapun langsung melatih dirinya di hadapan cermin untuk mempersiapkan ekspresi wajah yang pas untuk menyatakan cintanya kepada tukiyem, tak kunjung menemukan ekpresiwajah yang pas, udin pun kebingungan dan tak bisa tidur, baru pada pukul 11 malam udin baru bisa tertidur karena capek.

Malam pun telah berakhir,suara ayam telah berkokok, hari besok telah menjadi hari ini, seperti biasanya udin bangun mempersiapkan peralatan sekolah lalu mandi dan sarapan dan berangkat sekolah seperti biasa.
Dan pada akhirnya waktu yang di tunggu tunggu pun telah tiba, bel istirahat pertama berbunyi, udin bergegas menuju ke kantin, dan kebetulan juga tukiyem sedang berada di sana, sendirian lagi, tanpa basa basi pun ia langsung menghampirinya dan menyatakan cintanya.
Hai tukiyem, aku mau ngomong nih”
Ngomong apa din
Sebenernya itu aku suka sama kamu yem, kamu mau nggak jadi pacarku?

Mendengar itupun tukiyem tersentak kaget, dan diam sejenak kemudian berkata “sebenernya tu din aku udah…”, “ udah apa yem?, potong udin. “aku udah punya pacar din” suara tukiyem yang halus itu seketika membuat udin lemas, hatinya seperti tersayat-sayat pisau tajam, dan tanpa sepatah kata terucap darinya udin meninggalkan tukiyem. Tukiyem yang melihatnya pun merasa bersalah, tapi mau gimana lagi.

Semenjak kejadian itu, si udin tak pernah ke kantin lagi, sehingga merekapun tak pernah bertemu lagi, kalau pun tidak sengaja mereka bertemu, udin langsung menghindar dan menjauh dari tukiyem, terus menjauh dan makin jauh hingga merekapun tak pernah bertemu lagi.
Tamat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: